Sejarah Berdirinya Goa Sunyaragi

2 minutes, 39 seconds Read
sejarah berdirinya goa sunyaragi cirebon

Sejarah berdirinya Goa Sunyaragi memiliki dua buah versi, yang pertama adalah berita lisan tentang sejarah berdirinya gua / Goa Sunyaragi yang disampaikan secara turun-temurun oleh para bangsawan Cirebon atau keturunan keraton. Versi tersebut lebih dikenal dengan sebutan versi Carub Kanda.

Versi yang kedua adalah versi Caruban Nagari yaitu berdasarkan buku “Purwaka Caruban Nagari” tulisan tangan Pangeran Kararangen tahun 1720.

Namun sejarah berdirinya gua Sunyaragi versi Caruban Nagari berdasarkan sumber tertulislah yang digunakan sebagai acuan para pemandu wisata gua Sunyaragi yaitu tahun 1703 Masehi untuk menerangkan tentang sejarah gua Sunyaragi karena sumber tertulis lebih memiliki bukti yang kuat daripada sumber-sumber lisan.

Kompleks Sunyaragi dilahirkan lewat proses yang teramat panjang. Tempat ini beberapa kali mengalami perombakan dan perbaikan.

Menurut buku Purwaka Carabuna Nagari karya Pangeran Arya Carbon, Tamansari / sejarah berdirinya goa Sunyaragi dibangun pada tahun 1703 M oleh Pangeran Kararangen. Pangeran Kararangen adalah nama lain dari Pangeran Arya Carbon.

Menurut Caruban Kandha dan beberapa catatan dari Keraton Kasepuhan, Tamansari dibangun karena Pesanggrahan ”Giri Nur Sapta Rengga” berubah fungsi menjadi tempat pemakaman raja-raja Cirebon, yang sekarang dikenal sebagai Astana Gunung Jati.

Terutama dihubungkan dengan perluasan Keraton Pakungwati (sekarang Keraton Kasepuhan Cirebon) yang terjadi pada tahun 1529 M, dengan pembangunan tembok keliling keraton, Siti Inggil dan lain-lain. Sebagai data perbandingan, Siti Inggil dibangun dengan ditandai candra sengkala ”Benteng Tinataan Bata” yang menunjuk angka tahun 1529 M.

Kompleks tamansari Sunyaragi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu pesanggrahan dan bangunan gua.

  • Bagian pesanggrahan dilengkapi dengan serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah dan dikelilingi oleh taman lengkap dengan kolam.
  • Bangunan gua-gua berbentuk gunung-gunungan, dilengkapi terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air. Bagian luar kompleks aku bermotif batu karang dan awan. Pintu gerbang luar berbentuk candi bentar dan pintu dalamnya berbentuk paduraksa.
Induk seluruh gua bernama Gua / Goa Peteng ( Gua Gelap ) yang digunakan untuk bersemadi.

Selain itu ada Gua / Goa Pande Kemasan yang khusus digunakan untuk bengkel kerja pembuatan senjata sekaligus tempat penyimpanannya. Perbekalan dan makanan prajurit disimpan di Gua / Goa Pawon.

Info Yang Lain  Arsitektur Goa Sunyaragi

Gua Pengawal yang berada di bagian bawah untuk tempat berjaga para pengawal. Saat Sultan menerima bawahan untuk bermufakat, digunakan Bangsal Jinem, akan tetapi kala Sultan beristirahat di Mande Beling. Sedang Gua / Goa Padang Ati ( Hati Terang ), khusus tempat bertapa para Sultan.

FUNGSI DI SETIAP GOA SUNYARAGI
Walaupun berubah-ubah fungsinya menurut kehendak penguasa pada zamannya, secara garis besar Tamansari Sunyaragi adalah taman tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan.
Bagian-bagiannya terdiri dari 12 antara lain :
  1. Bangsal jinem sebagai tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih.
  2. Gua pengawal sebagai tempat berkumpul par apengawal sultan.
  3. Kompleks Mande Kemasan (sebagian hancur).
  4. Gua pandekemasang sebagai tempat membuat senjata tajam.
  5. Gua simanyang sebagai tempat pos penjagaan.
  6. Gua langse sebagai tempat bersantai.
  7. Gua peteng sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh.
  8. Gua arga jumud sebagai tempat orang penting keraton.
  9. Gua padang ati sebagai tempat bersemedi.
  10. Gua kelanggengan sebagai tempat bersemedi agar langgeng jabatan.
  11. Gua lawa sebagai tempat khusus kelelawar.
  12. Gua pawon sebagai dapur penyimpanan makanan.

TAMAN CANDRASENGKALA

Di Tamansari Gua Sunyaragi ada sebuah taman Candrasengkala yang disebut “Taman Bujengin Obahing Bumi” yang menunjuk angka tahun 1529.
Di kedua tempat itu juga terdapat persamaan, yakni terdapat gapura “Candi Bentar” yang sama besar bentuk dan penggarapannya.
Pangeran Kararangen hanya membangun kompleks Goa Arga Jumut dan Mande Kemasan saja.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *